Contoh berdasarkan jenis esai

Esai Naratif tentang Musik

Beban Kayu dan Rosin Pertama kali saya memegang selo, instrumen itu terasa kurang seperti alat musik dan lebih seperti perabot kayu berat yang dipoles yan...

1.226 kata ยท 6 menit

Beban Kayu dan Rosin

Pertama kali saya memegang selo, instrumen itu terasa kurang seperti alat musik dan lebih seperti perabot kayu berat yang dipoles yang diharapkan untuk saya dekap. Saat itu saya berusia sepuluh tahun, dan badan mahoni dari instrumen tersebut tampak sangat besar, sebuah perisai kayu yang mengesankan yang berbau samar minyak lemon dan debu lama. Guru saya, seorang wanita tegas bernama Mrs. Gable, menyerahkan sebongkah rosin ambar kepada saya. Dia menyuruh saya untuk menggosokkannya ke rambut kuda pada busur sampai gesekannya menciptakan bubuk putih yang halus. Saya ingat suara ritmis gesek-gesek-gesek dari rosin tersebut, sebuah suara yang akhirnya menjadi pembuka bagi setiap sesi latihan selama satu dekade berikutnya.

Pada usia itu, musik adalah masalah mekanika fisik. Ini tentang sudut siku kiri saya yang tepat dan kapalan yang terbentuk di ujung jari saya, yang terasa seperti pelindung kecil yang keras. Saya memandang partitur musik sebagai serangkaian rintangan yang harus dilewati. Setiap titik hitam pada paranada adalah sebuah perintah: letakkan jarimu di sini, tarik busurnya ke sana, tahan napasmu sekarang. Belum ada keajaiban di dalamnya. Yang ada hanyalah kerja keras mencoba membuat kotak kosong yang keras kepala bernyanyi tanpa terdengar seperti gerbang berkarat yang berayun ditiup angin. Saya menghabiskan berjam-jam di kamar tidur, lantai berserakan dengan serutan penghapus dari mengoreksi notasi saya, bertanya-tanya apakah saya akan pernah melewati tahap ketahanan teknis menuju sesuatu yang terasa seperti seni.