Cara Mengutip PDF dalam Gaya MLA
Ringkasan
Untuk mengutip PDF dalam MLA, Anda harus mengidentifikasi jenis sumber asli (seperti buku, artikel jurnal, atau laporan) dan mengikuti sistem kontainer standar MLA. Kutipan memerlukan nama penulis, judul dokumen, tanggal publikasi, dan URL atau DOI. Panduan ini menjelaskan cara memformat entri Daftar Pustaka dan kutipan dalam teks untuk dokumen PDF apa pun.
Langkah 1: Identifikasi jenis sumber asli
MLA memperlakukan PDF sebagai kontainer atau format, bukan kategori sumber yang unik. Sebelum menulis kutipan Anda, tentukan apa sebenarnya PDF tersebut. Apakah itu pindaian digital dari artikel jurnal ilmiah, laporan pemerintah, atau bab dari sebuah buku? Jika PDF tersebut adalah dokumen mandiri yang ditemukan secara online, perlakukan sebagai situs web atau laporan. Mengidentifikasi jenis sumber memastikan Anda menggunakan tanda baca dan huruf miring yang benar. Misalnya, judul jurnal dicetak miring, sedangkan judul artikel diletakkan dalam tanda kutip.
Langkah 2: Format penulis dan judul
Mulailah entri Daftar Pustaka Anda dengan nama penulis dalam format Nama Belakang, Nama Depan. Ikuti dengan tanda titik. Selanjutnya, berikan judul PDF. Jika PDF adalah karya yang lebih pendek (seperti artikel atau laporan), letakkan judul dalam tanda kutip. Jika PDF adalah buku lengkap, gunakan huruf miring. Gunakan huruf kapital pada semua kata utama dalam judul sesuai dengan aturan penulisan judul MLA. Jika dokumen tidak memiliki penulis, lewati elemen ini dan mulailah entri dengan judul.
Langkah 3: Tambahkan informasi publikasi dan kontainer
Sertakan nama kontainer (jurnal, situs web, atau organisasi yang menerbitkan PDF). Ikuti nama kontainer dengan tanda koma, lalu cantumkan kontributor lain (seperti editor), versi (jika ada), dan penerbit. Sertakan tanggal publikasi seperti yang tertera pada dokumen. Jika PDF menyediakan nomor halaman yang sesuai dengan versi cetak, sertakan rentang halaman menggunakan 'pp.' untuk banyak halaman atau 'p.' untuk halaman tunggal.
Langkah 4: Berikan lokasi (URL atau DOI)
Untuk PDF yang ditemukan secara online, elemen terakhir adalah lokasi. Gunakan DOI (Digital Object Identifier) jika tersedia, karena ini adalah tautan permanen. Jika tidak ada DOI, salin URL lengkap dari browser Anda, hilangkan awalan 'https://' jika instruktur Anda lebih menyukainya. Akhiri kutipan dengan tanda titik. Jika Anda mengutip PDF yang Anda unduh dan tidak lagi tersedia secara online, Anda dapat mengutipnya sebagai file digital, meskipun memberikan informasi sumber asli selalu lebih disukai.
Contoh kutipan PDF
Gunakan templat ini untuk jenis sumber PDF yang umum: **PDF Artikel Jurnal:** `Miller, Jane. "Climate Change in the Arctic." Journal of Ecology, vol. 12, no. 4, 2022, pp. 45-60. doi:10.1038/s41586-021-03494-5.` **PDF Laporan Pemerintah:** `Environmental Protection Agency. Annual Carbon Emissions Report. 2023. www.epa.gov/reports/carbon-2023.pdf.` **Kutipan Dalam Teks:** `Studi tersebut menunjukkan bahwa suhu meningkat lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya (Miller 52).`
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Mengutip PDF sebagai judul: Jangan gunakan nama file (misalnya, 'dokumen123.pdf') sebagai judul dalam kutipan Anda. Selalu gunakan judul resmi yang ditemukan di sampul atau halaman pertama dokumen.
- Melewatkan kontainer asli: Jika PDF adalah pindaian dari jurnal cetak, Anda harus menyertakan judul jurnal dan nomor volume/edisi, bukan hanya situs web tempat Anda menemukan file tersebut.
- Menggunakan 'PDF' dalam entri: Hindari menambahkan '[PDF]' atau 'file PDF' ke dalam kutipan kecuali diminta secara khusus oleh profesor Anda atau jika diperlukan untuk kejelasan dalam bibliografi teknis.
- Nomor halaman yang salah: Pastikan Anda menggunakan nomor halaman yang tercetak pada dokumen itu sendiri, bukan nomor halaman yang ditampilkan oleh perangkat lunak pembaca PDF Anda.
Buat sitasi secara otomatis
Sitasi MLA, APA, dan Chicago dari URL atau DOI apa pun.