Lompat ke konten utama

Cara Mengutip Wawancara dalam Format MLA

Cara4 menit·Diperbarui Mei 2024

Ringkasan

Untuk mengutip wawancara dalam MLA, mulailah dengan nama narasumber (Belakang, Depan). Untuk wawancara pribadi, ikuti nama dengan label 'Personal interview' dan tanggalnya. Untuk wawancara yang diterbitkan, sertakan judul wawancara, nama publikasi, dan tanggal. Gunakan nama belakang narasumber untuk sitasi dalam teks guna memastikan kejelasan dan integritas akademik.

Langkah 1: Identifikasi Jenis Wawancara

Sebelum menulis sitasi, tentukan apakah Anda mengutip wawancara pribadi atau wawancara terbitan/siaran. Wawancara pribadi adalah wawancara yang Anda lakukan sendiri melalui percakapan tatap muka, telepon, atau email. Wawancara terbitan adalah wawancara yang ditemukan dalam sumber sekunder seperti majalah, surat kabar, situs web, atau program televisi. Perbedaan ini sangat penting karena mengubah informasi 'wadah' (container) yang diperlukan dalam daftar Karya Dikutip (Works Cited) Anda. Wawancara pribadi tidak memerlukan data publikasi, sedangkan wawancara terbitan harus mengikuti aturan wadah MLA standar untuk media tempat wawancara tersebut muncul.

Langkah 2: Format Sitasi Wawancara Pribadi

Untuk wawancara yang Anda lakukan, formatnya cukup sederhana. Mulailah dengan nama belakang narasumber, koma, dan nama depan mereka. Ikuti dengan tanda titik. Selanjutnya, tulis label deskriptif Personal interview (tidak dimiringkan atau dalam tanda kutip). Akhiri sitasi dengan tanggal wawancara dilakukan dalam format Hari Bulan Tahun. Jika wawancara dilakukan melalui email, gunakan label Email interview. Format ini memberi tahu pembaca bahwa sumber tersebut adalah sumber primer asli yang tidak tersedia di database publik.

Langkah 3: Format Wawancara Terbitan atau Siaran

Saat mengutip wawancara yang ditemukan dalam sumber seperti video YouTube atau jurnal, mulailah dengan nama narasumber. Jika wawancara memiliki judul tertentu, letakkan dalam tanda kutip. Jika tidak ada judul, gunakan deskriptor Interview by [Nama Pewawancara]. Ikuti dengan nama publikasi atau program dalam huruf miring, penerbit, tanggal publikasi, dan URL atau nomor halaman. Hal ini memungkinkan pembaca untuk menemukan rekaman atau teks persis yang Anda rujuk.

Langkah 4: Buat Sitasi Dalam Teks

Sitasi dalam teks untuk wawancara mengikuti gaya standar MLA penulis-halaman. Karena narasumber dianggap sebagai 'penulis' dari kata-kata yang mereka ucapkan, gunakan nama belakang narasumber dalam tanda kurung. Jika wawancara dalam bentuk cetak (seperti buku atau majalah), sertakan nomor halaman. Jika wawancara adalah komunikasi pribadi atau siaran video, gunakan hanya nama belakang. Letakkan sitasi di akhir kalimat sebelum tanda titik penutup. Jika Anda menyebutkan nama narasumber dalam kalimat, sitasi dalam tanda kurung tidak diperlukan kecuali jika nomor halaman dibutuhkan.

Contoh Sitasi Wawancara MLA

Example
### Wawancara Pribadi
`García, Elena. Personal interview. 12 Mei 2024.`

### Wawancara Terbitan (Online)
`Zheng, Kevin. "The Future of AI in Education." Interview by Sarah Jenkins. TechTalk, 10 Jan. 2024, www.techtalk.com/interviews/zheng-ai.`

### Sitasi Dalam Teks (Pribadi)
`Selama percakapan, García mencatat bahwa kebijakan lokal sering kali tertinggal di belakang pergeseran teknologi (García).`

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  1. Mengutip pewawancara terlebih dahulu: Selalu awali dengan nama narasumber, karena merekalah sumber informasinya. Hanya cantumkan pewawancara setelah judul.
  2. Melewatkan tanggal: Untuk wawancara pribadi, tanggal adalah satu-satunya cara untuk melacak sumber. Pastikan tanggalnya akurat.
  3. Huruf miring yang salah: Jangan memiringkan judul wawancara; gunakan tanda kutip. Hanya nama publikasi yang lebih besar (wadah) yang harus dimiringkan.
  4. Melupakan label: Selalu sertakan 'Personal interview' atau 'Email interview' agar pembaca tahu bahwa sumbernya bukan dokumen yang diterbitkan.

Buat sitasi secara otomatis

Sitasi MLA, APA, dan Chicago dari URL atau DOI apa pun.