Cara Menemukan DOI untuk Makalah Penelitian
Menemukan DOI untuk Makalah Akademik
Quick answer
Untuk menemukan DOI untuk makalah, mulailah dengan memeriksa halaman pertama PDF atau halaman arahan jurnal. Jika tidak terlihat, gunakan alat Pencarian Metadata Crossref atau cari judul di Google Scholar. Sebagian besar DOI dimulai dengan angka 10 dan berisi awalan dan akhiran yang dipisahkan oleh garis miring.
Langkah 1: Periksa Header dan Footer Dokumen
Mulailah pencarian Anda dengan melihat dokumen sumber itu sendiri. Buka PDF makalah penelitian dan periksa halaman pertama. Sebagian besar penerbit akademik mencetak DOI di header, footer, atau bilah sisi bersama dengan tanggal publikasi dan nomor volume. Cari string teks yang dimulai dengan 'doi:' atau 'https://doi.org/'. Jika Anda melihat artikel di basis data seperti JSTOR atau Elsevier, DOI biasanya tercantum di bagian metadata dekat abstrak. Selalu salin string lengkap mulai dari angka 10 untuk memastikan kutipan Anda akurat.
Langkah 2: Gunakan Pencarian Metadata Crossref
Jika DOI tidak tercetak di makalah, gunakan Crossref, agen pendaftaran resmi untuk DOI ilmiah. Buka situs web Pencarian Metadata Crossref dan ketik judul lengkap artikel ke bilah pencarian. Anda juga dapat menambahkan nama belakang penulis utama untuk mempersempit hasil. Hasil pencarian akan menampilkan judul artikel, penulis, dan DOI yang ditetapkan langsung di bawah entri. Ini adalah metode paling andal untuk menemukan DOI untuk artikel yang diterbitkan setelah tahun 2000, karena Crossref memelihara basis data pusat untuk sebagian besar penerbit akademik.
Langkah 3: Cari melalui Google Scholar
Google Scholar adalah alternatif yang kuat untuk menemukan DOI yang hilang. Masukkan judul artikel dalam tanda kutip untuk menemukan entri spesifik. Setelah hasil muncul, cari tautan yang bertuliskan 'Kutip' (diwakili oleh ikon tanda kutip). Meskipun pratinjau kutipan mungkin tidak selalu menampilkan DOI, mengklik tautan judul seringkali akan membawa Anda ke versi halaman penerbit, di mana DOI ditampilkan dengan jelas. Selain itu, beberapa hasil Google Scholar menyertakan DOI langsung di teks cuplikan di bawah judul jika telah diindeks dengan benar.
Contoh: Pencarian DOI untuk Artikel Jurnal
Misalkan Anda perlu menemukan DOI untuk makalah berikut: **Judul:** 'Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental' **Penulis:** Jane Smith **Jurnal:** Journal of Psychology, 2022 1. **Pencarian Crossref:** Masukkan 'Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Smith' ke Crossref. 2. **Hasil:** Sistem mengembalikan: `10.1016/j.jpsych.2022.01.005`. 3. **Verifikasi:** Kunjungi `https://doi.org/10.1016/j.jpsych.2022.01.005` untuk mengonfirmasi bahwa itu mengarahkan ke artikel Smith.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Hindari kesalahan umum berikut saat mencari dan menggunakan DOI:
- Mengacaukan DOI dengan ISSN: ISSN mengidentifikasi jurnal, sedangkan DOI mengidentifikasi artikel spesifik. Selalu gunakan string yang dimulai dengan 10.
- Menyertakan 'doi:' dalam URL: Saat membuat tautan yang dapat diklik, jangan tulis
https://doi.org/doi:10.xxx. Format yang benar adalahhttps://doi.org/10.xxx. - Menggunakan URL Basis Data: Jangan salah mengira URL proksi perpustakaan (mis.,
ezproxy.library.edu) sebagai DOI. Tautan ini hanya berfungsi untuk mahasiswa di universitas spesifik Anda. - Mengasumsikan semua makalah memiliki DOI: Jika makalah diterbitkan sebelum pertengahan 1990-an, mungkin tidak memiliki DOI. Jangan membuat-buat atau menggunakan placeholder.
Buat sitasi secara otomatis
Sitasi MLA, APA, dan Chicago dari URL atau DOI apa pun.