Lompat ke konten utama

Cara Menemukan DOI untuk Makalah Penelitian

Cara4 menit·Diperbarui Mei 2024

Menemukan DOI untuk Makalah Akademik

Untuk menemukan DOI bagi sebuah makalah, mulailah dengan memeriksa halaman pertama PDF atau halaman utama jurnal. Jika tidak terlihat, gunakan alat Pencarian Metadata Crossref atau cari judulnya di Google Scholar. Kebanyakan DOI dimulai dengan angka 10 dan berisi awalan serta akhiran yang dipisahkan oleh garis miring.

Langkah 1: Periksa Header dan Footer Dokumen

Mulailah pencarian Anda dengan melihat dokumen sumber itu sendiri. Buka PDF makalah penelitian dan periksa halaman pertama. Kebanyakan penerbit akademik mencetak DOI di header, footer, atau bilah sisi bersama dengan tanggal publikasi dan nomor volume. Cari rangkaian teks yang dimulai dengan 'doi:' atau 'https://doi.org/'. Jika Anda melihat artikel di database seperti JSTOR atau Elsevier, DOI biasanya tercantum di bagian metadata dekat abstrak. Selalu salin seluruh rangkaian mulai dari angka 10 untuk memastikan sitasi Anda akurat.

Langkah 2: Gunakan Pencarian Metadata Crossref

Jika DOI tidak tercetak pada makalah, gunakan Crossref, lembaga pendaftaran resmi untuk DOI ilmiah. Navigasikan ke situs web Pencarian Metadata Crossref dan ketik judul lengkap artikel ke dalam kolom pencarian. Anda juga dapat menambahkan nama belakang penulis utama untuk mempersempit hasil. Hasil pencarian akan menampilkan judul artikel, penulis, dan DOI yang ditetapkan tepat di bawah entri tersebut. Ini adalah metode paling andal untuk menemukan DOI bagi artikel yang diterbitkan setelah tahun 2000, karena Crossref mengelola database pusat untuk sebagian besar penerbit akademik.

Langkah 3: Cari melalui Google Scholar

Google Scholar adalah alternatif yang ampuh untuk menemukan DOI yang hilang. Masukkan judul artikel dalam tanda kutip untuk menemukan entri tertentu. Setelah hasilnya muncul, cari tautan bertuliskan 'Kutip' (dilambangkan dengan ikon tanda kutip). Meskipun pratinjau sitasi mungkin tidak selalu menunjukkan DOI, mengklik tautan judul sering kali akan membawa Anda ke halaman versi penerbit, di mana DOI ditampilkan secara mencolok. Selain itu, beberapa hasil Google Scholar menyertakan DOI langsung di teks cuplikan di bawah judul jika telah diindeks dengan benar.

Contoh: Pencarian DOI untuk Artikel Jurnal

Example
Misalkan Anda perlu menemukan DOI untuk makalah berikut:

**Judul:** 'The Impact of Social Media on Mental Health'
**Penulis:** Jane Smith
**Jurnal:** Journal of Psychology, 2022

1. **Pencarian Crossref:** Masukkan 'The Impact of Social Media on Mental Health Smith' ke dalam Crossref.
2. **Hasil:** Sistem mengembalikan: `10.1016/j.jpsych.2022.01.005`.
3. **Verifikasi:** Kunjungi `https://doi.org/10.1016/j.jpsych.2022.01.005` untuk mengonfirmasi bahwa tautan tersebut mengalihkan ke artikel Smith.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Hindari kesalahan umum berikut saat mencari dan menggunakan DOI:

  • Menyamakan DOI dengan ISSN: ISSN mengidentifikasi jurnal, sedangkan DOI mengidentifikasi artikel tertentu. Selalu gunakan rangkaian yang dimulai dengan 10.
  • Menyertakan 'doi:' dalam URL: Saat membuat tautan yang dapat diklik, jangan tulis https://doi.org/doi:10.xxx. Format yang benar adalah https://doi.org/10.xxx.
  • Menggunakan URL Database: Jangan salah mengira URL proksi perpustakaan (misalnya, ezproxy.library.edu) sebagai DOI. Tautan ini hanya berfungsi untuk mahasiswa di universitas tertentu Anda.
  • Mengasumsikan semua makalah memiliki DOI: Jika sebuah makalah diterbitkan sebelum pertengahan 1990-an, makalah tersebut mungkin tidak memiliki DOI. Jangan mengada-ada atau menggunakan placeholder.

Buat sitasi secara otomatis

Sitasi MLA, APA, dan Chicago dari URL atau DOI apa pun.