Cara Memformat Kerangka Makalah Penelitian
Ikhtisar
Quick answer
Untuk memformat kerangka makalah penelitian dengan benar, Anda harus memilih sistem hierarkis - biasanya alfanumerik atau desimal. Mulailah dengan pernyataan tesis Anda, lalu atur argumen Anda ke dalam judul utama (angka Romawi), sub-poin (huruf kapital), dan detail pendukung (angka Arab). Pemformatan yang tepat memastikan alur logis dan membantu Anda mengidentifikasi celah dalam penelitian Anda sebelum Anda mulai menulis.
Langkah 1: Pilih sistem penomoran Anda
Pilih gaya pemformatan yang disyaratkan oleh departemen atau panduan gaya Anda. Sistem alfanumerik adalah standar akademik. Sistem ini menggunakan angka Romawi (I, II, III) untuk bagian utama, huruf kapital (A, B, C) untuk sub-poin utama, dan angka Arab (1, 2, 3) untuk bukti pendukung. Sebagai alternatif, sistem desimal (1.0, 1.1, 1.1.1) sering lebih disukai di bidang sains dan teknik karena dengan jelas menunjukkan hubungan antara bagian bersarang. Pastikan Anda tetap konsisten di seluruh dokumen; jangan pernah mencampur kedua sistem ini dalam satu kerangka.
Langkah 2: Posisikan pernyataan tesis
Tempatkan pernyataan tesis Anda di bagian atas halaman, sebelum judul pertama. Memformat tesis sebagai elemen mandiri berfungsi sebagai titik referensi konstan untuk argumen Anda. Tuliskan kalimat lengkap daripada frasa singkat. Ini memastikan bahwa setiap judul berikutnya dalam kerangka Anda secara langsung mendukung klaim utama Anda. Jika suatu bagian dari kerangka Anda tidak terkait kembali dengan pernyataan ini, itu menunjukkan bahwa struktur makalah Anda mungkin perlu disesuaikan atau bagian tersebut harus dihapus untuk menjaga fokus.
Langkah 3: Buat judul utama
Identifikasi divisi utama makalah Anda menggunakan angka Romawi. Untuk makalah penelitian standar, ini biasanya mencakup Pendahuluan, beberapa Paragraf Isi yang berbeda berdasarkan tema atau kumpulan data, dan Kesimpulan. Setiap judul harus mewakili pergeseran signifikan dalam diskusi. Jaga agar judul ini ringkas. Jika Anda menulis kerangka topik, gunakan 2-4 kata. Jika Anda menulis kerangka kalimat, gunakan kalimat deklaratif lengkap yang merangkum argumen inti dari seluruh bagian tersebut.
Langkah 4: Subbagi dengan indentasi yang konsisten
Tambahkan kedalaman pada kerangka Anda dengan menyusun sub-poin di bawah judul utama Anda. Gunakan indentasi standar (biasanya 0,5 inci) untuk setiap tingkat baru. Ikuti aturan pembagian: jika Anda memiliki poin 'A,' Anda harus memiliki poin 'B.' Anda tidak dapat membagi topik menjadi hanya satu sub-poin. Gunakan huruf kapital untuk tingkat pertama sub-poin untuk memberikan argumen spesifik, dan gunakan angka Arab untuk tingkat kedua untuk menyertakan kutipan spesifik, titik data, atau contoh. Hierarki visual ini memungkinkan Anda untuk melihat keseimbangan bukti di berbagai argumen Anda secara sekilas.
Contoh: Kerangka Penelitian Alfanumerik
Tesis: Ruang hijau perkotaan secara signifikan meningkatkan hasil kesehatan mental pada populasi berkepadatan tinggi. I. Pendahuluan A. Definisi ruang hijau perkotaan B. Tren kesehatan mental saat ini di kota C. Pernyataan tesis II. Manfaat Fisiologis Paparan Alam A. Pengurangan kadar kortisol 1. Studi oleh Smith (2022) tentang berjalan di taman 2. Perbandingan detak jantung: pengaturan perkotaan vs. alami B. Pola tidur yang membaik III. Interaksi Sosial dan Kohesi Komunitas A. Ruang hijau sebagai titik pertemuan komunal B. Dampak pada isolasi sosial yang dirasakan IV. Kesimpulan A. Ringkasan data fisiologis dan sosial B. Rekomendasi akhir untuk perencana kota
Kesalahan Pemformatan Umum yang Harus Dihindari
Hindari kesalahan yang sering terjadi ini untuk memastikan kerangka Anda tetap profesional dan fungsional:
- Sub-poin tunggal: Jangan pernah membuat 'A' tanpa 'B' atau '1' tanpa '2.' Jika suatu poin tidak dapat dibagi menjadi setidaknya dua bagian, poin tersebut harus diintegrasikan ke tingkat di atasnya.
- Frasa yang tidak konsisten: Jangan mencampur kalimat lengkap dengan fragmen pendek. Tetap gunakan satu gaya untuk seluruh kerangka untuk mempertahankan struktur paralel.
- Terlalu banyak sarang: Hindari lebih dari empat tingkat (mis., I. A. 1. a.). Jika Anda membutuhkan lebih banyak tingkat, topik Anda kemungkinan terlalu luas dan perlu dipersempit.
- Judul yang tidak jelas: Hindari label generik seperti 'Isi' atau 'Data.' Gunakan label deskriptif yang merangkum konten spesifik dari bagian tersebut.
Tulis esai Anda dengan EssayGenius
Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.