Lompat ke konten utama

Cara Mengurangi Jumlah Kata dalam Esai

Cara6 mnt·Diperbarui Mei 2024

Ringkasan

Untuk mengurangi jumlah kata dalam esai, fokuslah pada menghilangkan frasa pengisi, mengubah kalimat pasif menjadi aktif, dan menghapus pengubah yang mubazir. Mulailah dengan menghapus kata keterangan yang tidak perlu, lalu ganti frasa preposisional yang panjang dengan bentuk kepemilikan. Terakhir, konsolidasikan argumen yang berulang untuk memastikan setiap kalimat memberikan nilai unik bagi tesis Anda.

Langkah 1: Hapus kata keterangan dan kata sifat yang mubazir

Mulailah proses pengeditan Anda dengan mencari kata penguat dan pengubah yang mubazir. Kata-kata seperti "sangat," "benar-benar," "luar biasa," dan "cukup" jarang menambah nilai pada argumen akademik. Jika kata kerja atau kata benda lemah, ganti dengan yang lebih kuat daripada menyokongnya dengan kata keterangan. Misalnya, daripada menulis "berlari sangat cepat," gunakan "melesat." Selain itu, cari tautologi—frasa yang mengulang ide yang sama dua kali, seperti "rencana masa depan," "dasar-dasar fundamental," atau "selesai sepenuhnya." Menghapus deskriptor ini dapat memangkas puluhan kata tanpa mengubah makna Anda.

Langkah 2: Ubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif

Kalimat pasif secara alami lebih boros kata karena memerlukan kata kerja bantu (adalah, merupakan, di-) dan preposisi (oleh). Dengan beralih ke kalimat aktif, Anda membuat subjek kalimat melakukan tindakan, yang biasanya menghasilkan kalimat yang lebih pendek dan lebih berdampak. Pindai esai Anda untuk kata "oleh" dan bentuk kata kerja pasif. Susun ulang kalimat-kalimat ini untuk menempatkan pelaku di depan. Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah kata, tetapi juga meningkatkan kejelasan dan otoritas nada akademik Anda.

Langkah 3: Potong frasa pengisi dan 'pengantar yang bertele-tele'

Banyak siswa menggunakan frasa pengantar yang bertele-tele untuk menyampaikan ide. Ini termasuk ekspresi seperti "Penting untuk dicatat bahwa," "Dalam rangka untuk," atau "Saya percaya bahwa." Frasa-frasa ini tidak menambah informasi apa pun ke esai Anda. Dalam kebanyakan kasus, Anda dapat menghapus seluruh frasa pengantar dan memulai kalimat dengan subjek yang sebenarnya. Demikian pula, cari kata "bahwa." Meskipun terkadang diperlukan untuk kejelasan, kata ini sering kali dapat dihapus. Misalnya, "Bukti bahwa peneliti temukan" menjadi "Bukti temuan peneliti," menghemat kata secara instan.

Langkah 4: Ganti frasa preposisional dengan bentuk kepemilikan

Frasa preposisional yang panjang sering kali mengacaukan penulisan akademik. Cari frasa yang menggunakan kata depan untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan. Anda sering kali dapat menggantinya dengan kata benda posesif. Misalnya, "Hasil dari penelitian tersebut" (4 kata) dapat dipersingkat menjadi "Hasil penelitian tersebut" (3 kata). Meskipun perbedaan satu kata tampak kecil, esai dengan lima puluh frasa seperti itu dapat dipersingkat hampir setengah halaman hanya dengan menerapkan aturan ini secara konsisten. Teknik ini juga meningkatkan alur kalimat Anda dengan mengurangi kesan kaku dari preposisi yang berulang.

Contoh: Memangkas Paragraf yang Boros Kata

Example
Asli (52 kata):
`Penting untuk menyadari fakta bahwa alasan utama penurunan populasi lebah adalah karena penggunaan pestisida oleh petani. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa bahan kimia ini sangat berbahaya bagi kesehatan serangga tersebut.`

Hasil Edit (31 kata):
`Pestisida yang digunakan petani merupakan penyebab utama penurunan populasi lebah. Berbagai bukti menunjukkan bahan kimia ini sangat merusak kesehatan serangga.`

**Total yang dihemat: 21 kata (pengurangan 40%)**

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Hindari kesalahan umum ini saat mencoba memenuhi batas kata:

  • Menghapus Sitasi: Jangan pernah menghapus sitasi dalam teks yang diwajibkan untuk menghemat ruang. Ini merupakan plagiarisme.
  • Menggunakan Singkatan: Meskipun 'tak' lebih pendek dari 'tidak', banyak profesor menganggap singkatan terlalu informal untuk karya tingkat universitas.
  • Mengorbankan Kejelasan: Jangan memotong terlalu banyak kata sehingga logika Anda menjadi sulit diikuti. Jika sebuah kalimat membingungkan setelah diedit, kembalikan ke semula.
  • Mengubah Margin: Jangan mencoba menyembunyikan jumlah kata yang tinggi dengan mempersempit margin atau memperkecil ukuran font; alat pengumpulan digital menandai jumlah kata secara otomatis.

Tulis esai Anda dengan EssayGenius

Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.