How to Write a Conclusion for Middle School
Langkah 1: Nyatakan kembali pernyataan tesis
Nyatakan kembali pernyataan tesis Anda sebagai kalimat pertama kesimpulan. Jangan hanya menyalin dan menempelkan tesis dari pendahuluan. Sebaliknya, gunakan sinonim dan ubah struktur kalimat untuk mengatakan hal yang sama dengan cara yang segar. Ini mengingatkan pembaca tentang argumen utama Anda setelah mereka membaca semua bukti. Misalnya, jika tesis Anda adalah 'Seragam sekolah mengurangi perundungan,' pernyataan tesis yang dinyatakan kembali mungkin 'Menerapkan aturan berpakaian wajib adalah cara efektif untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman bagi siswa.'
Langkah 2: Ringkas poin-poin utama
Tulis satu atau dua kalimat yang merangkum bukti terbesar dari paragraf tubuh Anda. Anggap ini sebagai 'cuplikan sorotan' singkat dari esai Anda. Hindari memberikan detail atau mengutip lagi secara spesifik. Tujuan Anda adalah menunjukkan bagaimana berbagai poin Anda bekerja sama untuk membuktikan tesis. Gunakan kata transisi seperti 'selain itu' atau 'lebih lanjut' untuk menghubungkan poin-poin ini dengan lancar. Bagian ini memastikan pembaca mengingat argumen terkuat Anda sebelum mereka menyelesaikan tulisan.
Langkah 3: Hubungkan dengan 'Jadi Apa?'
Jelaskan signifikansi topik Anda kepada pembaca. Ini sering disebut momen 'jadi apa?'. Anda perlu memberi tahu audiens mengapa informasi yang Anda bagikan penting dalam konteks yang lebih luas. Apakah itu memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka? Apakah itu mengubah cara mereka berpikir tentang peristiwa sejarah? Dengan menghubungkan topik esai spesifik Anda ke ide yang lebih besar, Anda membuat tulisan Anda terasa lebih bermakna dan berwibawa. Ini menjembatani kesenjangan antara tugas sekolah Anda dan dunia nyata.
Langkah 4: Akhiri dengan kalimat penutup yang kuat
Akhiri esai Anda dengan kalimat penutup. Ini adalah pemikiran terakhir yang tetap bersama pembaca setelah mereka meletakkan kertas. Anda dapat menggunakan ajakan bertindak, pemikiran akhir yang kuat, atau koneksi kembali ke pengait yang Anda gunakan di pendahuluan. Hindari mengakhiri secara tiba-tiba. Kalimat penutup yang dibuat dengan baik memberikan rasa penutupan dan membuat esai Anda terasa lengkap. Ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk mengesankan guru, jadi buatlah nadanya percaya diri dan jelas.
Contoh: Kesimpulan esai SMP
Topik: Mengapa daur ulang harus diwajibkan di semua rumah tangga. [Tesis yang Dinyatakan Kembali]: Pada akhirnya, mewajibkan semua warga untuk mendaur ulang adalah langkah penting menuju perlindungan masa depan planet kita. [Ringkasan]: Dengan mengurangi jumlah sampah di tempat pembuangan akhir dan menghemat sumber daya alam, program daur ulang wajib menangani krisis lingkungan secara langsung. [Signifikansi]: Ketika setiap rumah tangga berpartisipasi, tindakan kecil memilah sampah berubah menjadi dampak global yang besar. [Kalimat Penutup]: Bumi tidak bisa menunggu orang untuk memilih bertanggung jawab; waktu untuk tindakan yang diwajibkan adalah sekarang.
Kesalahan umum yang harus dihindari
Hindari kesalahan umum ini saat menulis kesimpulan: Jangan pernah memunculkan argumen atau bukti baru di akhir esai Anda. Hindari menggunakan 'Kesimpulannya' karena terlalu sering digunakan; cobalah memulai dengan 'Jelas' atau 'Seperti yang ditunjukkan' sebagai gantinya. Jangan meminta maaf atau menggunakan frasa seperti 'Saya pikir' atau 'Saya mungkin salah.' Terakhir, hindari terlalu singkat; kesimpulan satu kalimat tidak cukup untuk merangkum esai SMP.
Panduan terkait
Panduan Tingkat Jenjang
Cara Menulis Esai SMP: Panduan Langkah demi Langkah
6 mnt
Panduan Tingkat Jenjang
Cara Menulis Esai SMP
6 mnt
Panduan Tingkat Jenjang
Cara Membuat Kerangka Esai SMP
6 mnt
Panduan Tingkat Jenjang
Kata Transisi untuk Esai SMP
3 menit baca
Panduan Tingkat Jenjang
Contoh Pernyataan Tesis SMP
6 mnt