Cara Menulis Tinjauan Pustaka
Ikhtisar
Tinjauan pustaka adalah survei sistematis terhadap sumber-sumber ilmiah tentang topik tertentu. Anda akan mempelajari cara mencari penelitian yang relevan, mengevaluasi kredibilitas sumber, dan menyintesis temuan menjadi argumen yang kohesif. Proses ini melibatkan lima langkah utama: menentukan cakupan, mencari basis data, mengidentifikasi tema, membuat kerangka struktur, dan menulis sintesis.
Langkah 1: Tentukan cakupan penelitian Anda
Tentukan batasan penelitian Anda sebelum mulai mencari. Tinjauan pustaka bukanlah daftar dari semua hal yang pernah ditulis tentang suatu topik; ini adalah pilihan terkurasi dari karya yang paling relevan. Mulailah dengan mengubah topik Anda menjadi pertanyaan penelitian yang spesifik. Misalnya, alih-alih 'perubahan iklim', fokuslah pada 'dampak kenaikan permukaan laut terhadap nilai real estat pesisir di Florida'. Fokus yang sempit ini memungkinkan Anda menyaring ribuan makalah yang tidak relevan dan memastikan tinjauan Anda tetap terkendali dan terfokus.
Langkah 2: Cari dan evaluasi sumber
Gunakan basis data akademik seperti PubMed, Google Scholar, atau JSTOR untuk menemukan sumber. Gunakan operator Boolean (AND, OR, NOT) untuk memperhalus hasil pencarian Anda. Setelah Anda memiliki daftar sumber potensial, evaluasi menggunakan uji CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, dan Purpose). Prioritaskan artikel yang ditinjau sejawat dan karya seminal yang sering dikutip oleh peneliti lain. Lihat daftar referensi dari sumber awal Anda untuk menemukan makalah 'wajib baca' tambahan di bidang tersebut.
Langkah 3: Identifikasi tema, debat, dan celah
Saat Anda membaca, carilah pola di seluruh literatur. Apakah sebagian besar penulis setuju pada teori tertentu? Apakah ada konflik atau debat besar antara dua aliran pemikiran? Mengidentifikasi celah penelitian adalah bagian paling kritis dari langkah ini—temukan apa yang hilang atau kurang diteliti dalam literatur saat ini. Celah ini memberikan pembenaran bagi penelitian Anda sendiri. Buat catatan terorganisir yang mengategorikan sumber berdasarkan tema-tema ini, bukan hanya berdasarkan nama penulis.
Langkah 4: Buat kerangka struktur Anda
Pilih strategi organisasi yang paling sesuai dengan topik Anda. Struktur tematik adalah yang paling umum, di mana Anda menyusun paragraf di sekitar konsep tertentu. Struktur kronologis bekerja dengan baik jika Anda menelusuri evolusi suatu teori dari waktu ke waktu. Struktur metodologis tepat jika Anda membandingkan metode penelitian yang berbeda (misalnya, studi kualitatif vs. kuantitatif). Pastikan kerangka Anda mencakup pendahuluan yang menetapkan konteks dan kesimpulan yang merangkum keadaan bidang tersebut.
Langkah 5: Menulis menggunakan sintesis
Tulis tinjauan Anda dengan menyintesis sumber. Ini berarti paragraf Anda harus disusun berdasarkan ide, bukan berdasarkan makalah individu. Alih-alih mengatakan 'Smith mengatakan X' di satu paragraf dan 'Jones mengatakan Y' di paragraf berikutnya, kelompokkan mereka bersama. Gunakan kata transisi untuk menunjukkan hubungan: 'Meskipun Smith (2020) berargumen untuk X, Jones (2021) menyarankan Y, yang menunjukkan pergeseran yang berkembang menuju Z.' Tujuan Anda adalah menceritakan sebuah kisah tentang keadaan pengetahuan saat ini di bidang Anda.
Contoh Sintesis vs. Ringkasan
### Contoh Buruk (Daftar Ringkasan) Smith (2019) menemukan bahwa kerja jarak jauh meningkatkan produktivitas. Jones (2020) berpendapat bahwa kerja jarak jauh menyebabkan kelelahan (burnout). Brown (2021) mempelajari bagaimana pengaturan kantor di rumah memengaruhi fokus. ### Contoh Kuat (Sintesis) Beasiswa terbaru menyajikan pandangan yang bertentangan tentang kemanjuran kerja jarak jauh. Sementara beberapa data menunjukkan peningkatan output individu (Smith, 2019), yang lain menyoroti risiko jangka panjang dari kelelahan karyawan (Jones, 2020). Faktor kritis yang menengahi hasil ini tampaknya adalah lingkungan fisik kantor di rumah (Brown, 2021), sebuah variabel yang sering diabaikan dalam studi produktivitas sebelumnya.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Meringkas alih-alih menyintesis: Jangan sekadar mencantumkan apa yang dikatakan setiap penulis; jelaskan bagaimana ide-ide mereka berhubungan satu sama lain.
- Menyertakan sumber yang kedaluwarsa: Kecuali Anda menulis tinjauan historis, hindari penggunaan sumber yang lebih tua dari 5-10 tahun kecuali jika itu adalah karya seminal.
- Mengabaikan 'celah': Tinjauan pustaka yang hanya mendeskripsikan apa yang diketahui tanpa mengidentifikasi apa yang tidak diketahui gagal memberikan tujuan bagi penelitian baru.
- Terlalu banyak mengutip: Gunakan parafrase untuk menunjukkan pemahaman Anda. Gunakan kutipan langsung hanya jika ungkapan aslinya unik atau esensial.
Tulis esai Anda dengan EssayGenius
Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.
Panduan terkait
Keterampilan Riset
Contoh Struktur Tinjauan Pustaka
6 menit
Keterampilan Riset
Cara Menulis Bibliografi Beranotasi
6 menit
Keterampilan Riset
Cara Merangkum Makalah Penelitian
6 mnt
Keterampilan Riset
Apa Perbedaan Antara Sumber Primer dan Sekunder?
4 menit
Keterampilan Riset
Cara Mengatur Catatan Penelitian untuk Esai
6 menit