Lompat ke konten utama

Cara Menghindari Nominalisasi dalam Penulisan Akademik

Cara4 menit·Diperbarui Mei 2024

Ringkasan

Untuk menghindari nominalisasi, Anda harus mengidentifikasi 'kata benda zombie' (kata kerja yang diubah menjadi kata benda), menemukan tindakan tersembunyi, dan membangun kembali kalimat menggunakan struktur subjek-kata kerja yang langsung. Proses ini menghilangkan pemborosan kata dan membuat tulisan akademik Anda lebih persuasif. Ikuti empat langkah ini untuk mengubah prosa yang pasif dan berat pada kata benda menjadi argumen yang jelas dan aktif.

Langkah 1: Identifikasi Akhiran Kata Benda

Pindai draf Anda untuk kata-kata yang berakhiran -tion, -ment, -ance, -ence, -ity, atau -ness. Akhiran ini sering kali menunjukkan bahwa kata kerja yang sebenarnya bagus telah dibekukan menjadi kata benda. Dalam penulisan akademik, 'kata benda zombie' ini sering berkumpul di sekitar kata kerja lemah seperti 'adalah', 'merupakan', 'memiliki', atau 'dilakukan'. Misalnya, alih-alih mengatakan 'Peneliti melakukan investigasi,' carilah kata benda 'investigasi'. Saat Anda menemukan kelompok kata ini, Anda telah menemukan nominalisasi yang kemungkinan besar menyedot energi dari kalimat Anda.

Langkah 2: Temukan Kata Kerja Tersembunyi

Setelah Anda menemukan kata benda nominalisasi, lepaskan akhirannya untuk menemukan kata kerja dasarnya. Jika kata bendanya adalah 'interference', kata kerja dasarnya adalah 'interfere'. Jika kata bendanya adalah 'utilization', kata kerjanya adalah 'utilize'. Kata kerja dasar ini mewakili tindakan sebenarnya yang terjadi dalam kalimat. Dengan mengisolasi kata kerja ini, Anda mempersiapkan diri untuk beralih dari deskripsi statis tentang suatu peristiwa ke narasi aktif tentangnya. Mengidentifikasi kata kerja tersembunyi adalah langkah paling kritis dalam memperpendek kalimat dan meningkatkan alur.

Langkah 3: Identifikasi Pelaku Sebenarnya

Nominalisasi sering kali menyembunyikan 'pelaku' tindakan. Tanyakan pada diri sendiri: Siapa atau apa yang melakukan kata kerja tersembunyi tersebut? Dalam frasa 'Implementasi kebijakan itu berhasil,' pelakunya (pemerintah atau sekolah) hilang sama sekali. Untuk memperbaikinya, Anda harus menyebutkan subjeknya secara eksplisit. Mengidentifikasi pelaku memaksa Anda untuk lebih spesifik dalam klaim Anda, yang merupakan ciri khas penulisan akademik berkualitas tinggi. Jika pelaku tidak ada dalam kalimat, Anda mungkin perlu melihat konteks di sekitarnya untuk menemukannya.

Langkah 4: Bangun Kembali Kalimat

Letakkan pelaku di awal kalimat dan ikuti segera dengan kata kerja yang baru saja Anda temukan. Ini menciptakan pola standar Subjek-Predikat-Objek. Alih-alih 'Diskusi diadakan oleh komite,' tulislah 'Komite berdiskusi.' Struktur ini secara alami lebih ringkas dan lebih mudah diikuti oleh pembaca. Ini menghilangkan kebutuhan akan kata depan tambahan seperti 'dari' atau 'oleh', yang sering mengacaukan kalimat nominalisasi. Targetkan jalur langsung dari subjek ke tindakan.

Contoh Nominalisasi dan Perbaikannya

Example
Asli: **Pencapaian** skor tes yang lebih tinggi **diraih** oleh siswa melalui **penggunaan** perangkat lunak baru.

Revisi: Siswa **meningkatkan** skor tes mereka dengan **menggunakan** perangkat lunak baru.

---

Asli: Ada **ketidaksepakatan** di antara fakultas mengenai **alokasi** dana.

Revisi: Fakultas **tidak sepakat** tentang cara **mengalokasikan** dana.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  1. Koreksi berlebihan pada istilah teknis: Jangan mengubah istilah akademik yang sudah mapan (seperti 'fotosintesis' atau 'globalisasi') menjadi frasa kata kerja yang canggung.
  2. Mengabaikan jebakan 'ada': Jika kalimat Anda dimulai dengan 'Ada' atau 'Terdapat', Anda hampir pasti akan menggunakan nominalisasi. Tulis ulang kalimat tersebut untuk dimulai dengan subjek yang nyata.
  3. Kehilangan objek: Saat Anda mengubah kata benda kembali menjadi kata kerja, pastikan kalimat tersebut tetap menyatakan dengan jelas apa yang sedang dikenai tindakan untuk menjaga kejelasan.

Tulis esai Anda dengan EssayGenius

Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.