Cara Mengutip Drama dalam Esai: Panduan Langkah demi Langkah
Panduan Singkat: Mengutip Drama
Quick answer
Untuk mengutip drama dalam esai, gunakan nama belakang pengarang dan nomor babak, adegan, dan baris spesifik dalam tanda kurung untuk format MLA. Contoh: (Shakespeare 3.2.15). Jika Anda menggunakan format APA, kutip pengarang, tahun publikasi, dan nomor halaman. Selalu sertakan entri lengkap dalam daftar pustaka atau daftar karya yang dikutip di akhir makalah Anda.
Kutipan Dalam Teks MLA untuk Drama
Gaya MLA adalah format paling umum untuk esai sastra. Alih-alih nomor halaman, gunakan nomor babak, adegan, dan baris yang dipisahkan oleh titik. Jika Anda menyebutkan pengarang dalam kalimat, hanya cantumkan nomor dalam tanda kurung. Contoh: (Miller 1.2.45-48). Jika drama adalah drama syair klasik seperti karya Shakespeare, gunakan judul drama alih-alih nama pengarang jika Anda mengutip beberapa drama.
Kutipan Dalam Teks APA untuk Drama
Gaya APA kurang umum untuk drama tetapi digunakan dalam beberapa konteks ilmu sosial. Untuk APA, sertakan pengarang, tanggal publikasi asli, tanggal versi yang Anda gunakan, dan nomor halaman. Contoh: (Ibsen, 1879/2010, hlm. 55).
Cara Memformat Kutipan Panjang
Saat mengutip lebih dari tiga baris dialog, gunakan kutipan blok. Mulai kutipan pada baris baru, menjorok setengah inci dari margin kiri. Tulis nama karakter dalam huruf kapital semua diikuti titik. Jangan gunakan tanda kutip untuk kutipan blok. Tempatkan kutipan kurung setelah tanda baca akhir.
Membuat Entri Karya yang Dikutip
Halaman Karya yang Dikutip Anda harus mencakup detail publikasi lengkap. Formatnya umumnya mengikuti: Nama Belakang Pengarang, Nama Depan. Judul Drama. Penerbit, Tahun. Jika drama merupakan bagian dari antologi, sertakan judul antologi dan nama editor setelah judul drama.
Kesalahan Umum dalam Pengutipan
Hindari menggunakan nomor halaman untuk drama klasik ketika nomor baris tersedia. Nomor baris memungkinkan pembaca menemukan kutipan dalam edisi drama apa pun. Juga, pastikan Anda membedakan antara penulis drama dan karakter yang berbicara saat memperkenalkan kutipan dalam prosa Anda.