Menguasai Seni Memahami Perintah Esai
Cara Memahami Perintah Esai
Quick answer
Memahami perintah esai memerlukan pendekatan sistematis dengan memecah instruksi menjadi tiga bagian: kata kerja direktif, topik inti, dan parameter pembatas. Dengan mengidentifikasi apa yang diminta perintah untuk Anda lakukan (tindakan) dan apa yang diminta untuk Anda tulis (subjek), Anda dapat membuka jalur yang jelas untuk proses kreatif Anda dan memastikan respons Anda relevan dan komprehensif.
Identifikasi Kata Kerja Direktif
Kata kerja direktif adalah kata terpenting dalam perintah apa pun. Kata-kata seperti 'analisis' mengharuskan Anda memecah konsep menjadi bagian-bagian, sementara 'sintesis' meminta Anda menggabungkan ide-ide yang berbeda. Jika perintah mengatakan 'kontraskan', Anda harus fokus hanya pada perbedaan. Salah menafsirkan kata kerja ini adalah alasan paling umum siswa kehilangan poin.
Petakan Kata Kunci Konten
Setelah Anda mengetahui tindakannya, lingkari kata kunci konten. Ini adalah topik atau teori spesifik yang ingin dibahas oleh instruktur. Jika perintah menyebutkan 'faktor sosio-ekonomi', esai Anda harus membahas elemen sosial dan ekonomi agar dianggap lengkap.
Periksa Cakupan dan Batasan
Banyak perintah menyertakan batasan untuk menjaga fokus tulisan Anda. Ini bisa berupa jumlah kata, rentang tanggal tertentu, atau persyaratan untuk menggunakan sejumlah sumber primer tertentu. Perhatikan baik-baik kata-kata seperti 'hanya', 'secara khusus', atau 'antara tahun 1900 dan 1950' untuk tetap berada dalam cakupan yang diminta.
Membuka Perspektif Kreatif Anda
Setelah Anda memahami persyaratan teknis, gunakan perintah sebagai batu loncatan untuk kreativitas. Tanyakan pada diri sendiri sudut pandang unik apa yang dapat Anda ambil yang masih sesuai dengan kriteria. Brainstorming di sekitar kata kunci perintah memungkinkan Anda menemukan argumen orisinal yang membedakan karya Anda dari respons standar.
Daftar Periksa Analisis Perintah
Sebelum Anda mulai menulis, verifikasi rencana Anda terhadap poin-poin ini: Apakah saya telah mengidentifikasi tugas utama? Apakah saya tahu topik spesifiknya? Apakah saya telah mencatat semua batasan? Apakah tesis saya secara langsung menjawab perintah? Jika Anda dapat menjawab ya untuk keempatnya, Anda siap untuk memulai draf Anda.