Lompat ke konten utama

Selamat datang di EssayGenius baru

Cara menggunakan subjunctive mood dalam bahasa Inggris

Penjelasan4 mnt·Diperbarui Mei 2024

Apa itu subjunctive mood?

Quick answer

Untuk menggunakan subjunctive mood dalam bahasa Inggris, gunakan bentuk dasar kata kerja untuk menyatakan situasi hipotetis, harapan, atau tuntutan. Berbeda dengan indicative mood yang menyatakan fakta, subjunctive berfokus pada skenario non-faktual. Biasanya muncul setelah kata kerja saran (mis., 'I suggest that he arrive early') atau dalam klausa 'if' yang melibatkan kondisi yang bertentangan dengan kenyataan (mis., 'If she were here').

Subjunctive vs. indicative mood

Rincian Perbandingan Mood

DimensiSubjunctive MoodIndicative Mood
Tujuan UtamaMenyatakan keraguan, harapan, atau tuntutanMenyatakan fakta dan kenyataan
Bentuk Kata KerjaBentuk dasar (be, eat, go)Bentuk terkonjugasi (is, eats, goes)
HipotetisDigunakan untuk klausa 'if' yang bertentangan dengan faktaDigunakan untuk klausa 'if' yang mungkin benar
NadaFormal dan akademikNetral dan langsung
Pemicu UmumKata kerja seperti 'insist' atau 'suggest'Pengamatan langsung
SubjektivitasBerfokus pada apa yang seharusnyaBerfokus pada apa yang ada

Cara membentuk subjunctive

Subjunctive mood menggunakan bentuk dasar kata kerja, yang tidak berubah berdasarkan subjek. Untuk kata kerja 'to be,' gunakan 'be' untuk tuntutan saat ini dan 'were' untuk hipotetis lampau, terlepas dari apakah subjeknya tunggal atau jamak. Untuk semua kata kerja lainnya, hilangkan 's' di akhir bentuk orang ketiga tunggal. Misalnya, alih-alih 'she studies,' gunakan 'it is essential that she study.'

Subjunctive mood dalam penulisan akademik

Example
Dalam esai, subjunctive paling umum digunakan saat mengusulkan solusi atau membahas kerangka teori.

Perbandingan Contoh

Example
**Salah (Indicative dalam tuntutan):** The committee recommends that the researcher *continues* the study.

**Benar (Subjunctive dalam tuntutan):** The committee recommends that the researcher **continue** the study.

**Salah (Was dalam hipotetis):** If the variable *was* constant, the results would change.

**Benar (Were dalam hipotetis):** If the variable **were** constant, the results would change.

Tip untuk nada akademik

Gunakan subjunctive mood untuk menunjukkan penguasaan tata bahasa yang canggih dalam pernyataan tesis atau rekomendasi penutup Anda. Saat Anda menggunakan 'were' dalam situasi hipotetis atau kata kerja dasar setelah 'it is imperative that,' Anda mempertahankan nada akademik formal yang selaras dengan standar universitas.

Tulis esai Anda dengan EssayGenius

Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.