Cara menggunakan subjunctive mood dalam bahasa Inggris
Apa itu subjunctive mood?
Quick answer
Untuk menggunakan subjunctive mood dalam bahasa Inggris, gunakan bentuk dasar kata kerja untuk menyatakan situasi hipotetis, harapan, atau tuntutan. Berbeda dengan indicative mood yang menyatakan fakta, subjunctive berfokus pada skenario non-faktual. Biasanya muncul setelah kata kerja saran (mis., 'I suggest that he arrive early') atau dalam klausa 'if' yang melibatkan kondisi yang bertentangan dengan kenyataan (mis., 'If she were here').
Subjunctive vs. indicative mood
Rincian Perbandingan Mood
| Dimensi | Subjunctive Mood | Indicative Mood |
|---|---|---|
| Tujuan Utama | Menyatakan keraguan, harapan, atau tuntutan | Menyatakan fakta dan kenyataan |
| Bentuk Kata Kerja | Bentuk dasar (be, eat, go) | Bentuk terkonjugasi (is, eats, goes) |
| Hipotetis | Digunakan untuk klausa 'if' yang bertentangan dengan fakta | Digunakan untuk klausa 'if' yang mungkin benar |
| Nada | Formal dan akademik | Netral dan langsung |
| Pemicu Umum | Kata kerja seperti 'insist' atau 'suggest' | Pengamatan langsung |
| Subjektivitas | Berfokus pada apa yang seharusnya | Berfokus pada apa yang ada |
Cara membentuk subjunctive
Subjunctive mood menggunakan bentuk dasar kata kerja, yang tidak berubah berdasarkan subjek. Untuk kata kerja 'to be,' gunakan 'be' untuk tuntutan saat ini dan 'were' untuk hipotetis lampau, terlepas dari apakah subjeknya tunggal atau jamak. Untuk semua kata kerja lainnya, hilangkan 's' di akhir bentuk orang ketiga tunggal. Misalnya, alih-alih 'she studies,' gunakan 'it is essential that she study.'
Subjunctive mood dalam penulisan akademik
Dalam esai, subjunctive paling umum digunakan saat mengusulkan solusi atau membahas kerangka teori.
Perbandingan Contoh
**Salah (Indicative dalam tuntutan):** The committee recommends that the researcher *continues* the study. **Benar (Subjunctive dalam tuntutan):** The committee recommends that the researcher **continue** the study. **Salah (Was dalam hipotetis):** If the variable *was* constant, the results would change. **Benar (Were dalam hipotetis):** If the variable **were** constant, the results would change.
Tip untuk nada akademik
Gunakan subjunctive mood untuk menunjukkan penguasaan tata bahasa yang canggih dalam pernyataan tesis atau rekomendasi penutup Anda. Saat Anda menggunakan 'were' dalam situasi hipotetis atau kata kerja dasar setelah 'it is imperative that,' Anda mempertahankan nada akademik formal yang selaras dengan standar universitas.
Tulis esai Anda dengan EssayGenius
Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.