Lompat ke konten utama

Cara menulis call to action dalam esai argumentatif

Cara4 mnt·Diperbarui Mei 2024

Menguasai call to action

Call to action (CTA) dalam esai argumentatif adalah ajakan terakhir yang mendesak pembaca untuk mengambil langkah tertentu atau mengadopsi perspektif baru. Untuk menulisnya, Anda harus menyatakan kembali tesis Anda, mengidentifikasi tindakan yang diperlukan, dan menjelaskan dampak dari tindakan tersebut. Teknik ini mengubah ringkasan pasif menjadi alat persuasif.

Langkah 1: Jembatan dari ringkasan Anda

Sebelum Anda menuntut tindakan, Anda harus menetapkan mengapa hal itu diperlukan. Mulailah kesimpulan Anda dengan meringkas poin-poin utama dan menyatakan kembali tesis Anda dengan cara baru. Ini menciptakan jembatan logis antara bukti Anda dan permintaan terakhir Anda. Jika esai Anda berargumen untuk regulasi plastik yang lebih ketat, ingatkan pembaca tentang kerusakan lingkungan yang dibahas dalam paragraf tubuh esai. Pastikan pembaca merasakan bobot bukti sebelum Anda meminta mereka bertindak. Call to action hanya efektif jika pembaca sudah yakin akan tingkat keparahan masalah tersebut.

Langkah 2: Identifikasi pelaku

Tentukan siapa yang perlu melakukan tindakan tersebut. Dalam esai argumentatif, 'pelaku' bisa jadi masyarakat umum, lembaga pemerintah tertentu, administrator sekolah, atau pembaca individu. Bersikaplah spesifik tentang siapa yang memegang kendali untuk mengubah situasi. Hindari referensi yang tidak jelas seperti 'seseorang harus melakukan sesuatu.' Sebaliknya, sebutkan kelompoknya: 'Legislator harus mengesahkan RUU' atau 'Orang tua harus memantau waktu layar.' Mengidentifikasi pelaku membuat argumen terasa membumi dan realistis, bukan sekadar teoritis.

Langkah 3: Tentukan tindakan konkret

Berikan tugas yang jelas dan dapat ditindaklanjuti. Call to action gagal jika terlalu abstrak. Alih-alih mengatakan 'Kita harus menjadi lebih baik', tentukan seperti apa 'lebih baik' itu. Apakah Anda ingin pembaca menandatangani petisi, mengubah kebiasaan memilih, berdonasi untuk suatu tujuan, atau memikirkan kembali bias sosial? Gunakan kata kerja aktif yang kuat untuk menggambarkan tugas ini. Semakin spesifik tindakannya, semakin besar kemungkinan pembaca merasa bahwa solusinya dapat dicapai. Langkah ini memindahkan esai dari sekadar latihan akademik menjadi intervensi dunia nyata.

Langkah 4: Nyatakan manfaat utama

Tutup dengan menunjukkan kepada pembaca alasan di balik tindakan tersebut. Jelaskan hasil positif yang akan terjadi jika tindakan diambil, atau konsekuensi negatif jika diabaikan. Ini memberikan motivasi emosional atau logis yang diperlukan untuk menutup argumen. Ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk meninggalkan kesan mendalam. Fokuslah pada gambaran besar—bagaimana tindakan spesifik ini berkontribusi pada dunia yang lebih aman, lebih adil, atau lebih efisien. Ini memastikan esai Anda berakhir dengan tujuan dan urgensi.

Contoh call to action

Example
### Contoh 1: Esai Kebijakan Lingkungan
`Meskipun daur ulang pribadi adalah awal, hal itu tidak dapat memperbaiki krisis sistemik. Untuk benar-benar melindungi lautan kita, warga harus melobi perwakilan lokal mereka untuk segera melarang plastik sekali pakai. Hanya melalui tindakan legislatif kita dapat menjamin planet yang layak huni bagi generasi mendatang.`

### Contoh 2: Esai Reformasi Pendidikan
`Sistem penilaian saat ini menghambat kreativitas dan meningkatkan kecemasan siswa. Dewan sekolah harus beralih ke model penilaian berbasis penguasaan yang memprioritaskan pembelajaran daripada nilai huruf. Dengan melakukan perubahan ini, pendidik dapat menumbuhkan kecintaan yang tulus pada penyelidikan daripada ketakutan akan kegagalan.`

Kesalahan umum yang harus dihindari

  • Terlalu samar: Frasa seperti 'kita harus meningkatkan kesadaran' itu lemah. Tentukan bagaimana kesadaran harus ditingkatkan atau apa yang harus terjadi setelah orang-orang sadar.
  • Memasukkan bukti baru: Jangan pernah memunculkan fakta atau statistik baru dalam call to action Anda. Bagian ini adalah untuk penerapan, bukan informasi baru.
  • Terdengar agresif: Meskipun Anda harus tegas, hindari terdengar menuduh atau menggurui. Fokuslah pada manfaat solusi daripada menyalahkan pembaca.
  • Ungkapan yang lemah: Hindari 'Saya pikir' atau 'Mungkin kita bisa.' Gunakan bahasa yang otoritatif seperti 'Sangat penting untuk' atau 'Kita harus.'

Tulis esai Anda dengan EssayGenius

Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.