Cara Mengutip dalam Esai
Ringkasan
Untuk mengutip dalam esai, gunakan metode sandwich: perkenalkan kutipan dengan frasa sinyal, masukkan kata-kata persis dalam tanda kutip dengan sitasi, lalu jelaskan arti kutipan tersebut bagi argumen Anda. Kutipan pendek dimasukkan dalam baris; kutipan lebih dari 4 baris (MLA) atau 40 kata (APA) menjadi kutipan blok yang menjorok.
Kutipan Pendek: Integrasi dalam Baris
Kutipan pendek menyatu langsung ke dalam kalimat Anda. Bungkus kata-kata yang dipinjam dalam tanda kutip ganda dan ikuti dengan sitasi dalam kurung.
Frasa sinyal + kutipan:
Seperti yang dikemukakan Orwell, "Bahasa politik dirancang untuk membuat kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan menjadi terhormat" (156).
Kutipan terintegrasi:
Orwell mengklaim bahwa retorika politik ada untuk membuat "kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan menjadi terhormat" (156).
Kedua pendekatan tersebut benar. Versi terintegrasi seringkali lebih halus karena kutipan tersebut melengkapi struktur tata bahasa yang Anda mulai. Mana pun yang Anda pilih, kalimat tersebut harus terbaca lengkap secara tata bahasa jika tanda kutip dihapus.
Kutipan Blok: Kapan dan Bagaimana
Kutipan blok disediakan untuk bagian yang lebih panjang yang layak mendapatkan perhatian lebih. Ambang batasnya berbeda-beda menurut gaya:
| Gaya | Ambang batas kutipan blok |
|-------|----------------------|
| MLA | 4+ baris prosa, 3+ baris puisi |
| APA | 40+ kata |
| Chicago | 100+ kata atau 2+ paragraf |
Aturan pemformatan:
- Mulai kutipan blok pada baris baru, menjorok 0,5 inci dari margin kiri
- Jangan gunakan tanda kutip di sekitar kutipan
- Tetap gunakan spasi ganda
- Letakkan sitasi dalam kurung setelah tanda titik penutup
Gunakan kutipan blok secukupnya. Jika Anda mengutip lebih dari satu kali per halaman, Anda kemungkinan besar terlalu bergantung pada materi sumber.
Metode Sandwich: Perkenalkan, Kutip, Jelaskan
Setiap kutipan membutuhkan tiga lapisan:
- Perkenalkan - Berikan konteks kepada pembaca. Siapa yang berbicara? Mengapa sumber ini penting?
- Kutip - Sajikan bahasa yang tepat dengan pemformatan dan sitasi yang benar.
- Jelaskan - Analisis kutipan tersebut. Hubungkan dengan tesis Anda atau ide utama paragraf.
Contoh (sandwich lengkap):
Sejarawan Eric Foner menyoroti dampak langgeng Rekonstruksi terhadap demokrasi Amerika. Ia menulis, "Hukum dan amandemen Rekonstruksi mencerminkan visi baru yang radikal tentang negara nasional" (Foner 124). "Visi baru yang radikal" ini meletakkan dasar hukum bagi undang-undang hak sipil seabad kemudian, menunjukkan bahwa periode tersebut jauh dari kegagalan seperti yang sering disebut.
Tanpa lapisan penjelasan, kutipan akan mengambang tanpa tujuan. Tanpa pengenalan, kutipan tersebut muncul entah dari mana.
Aturan Tanda Baca Berdasarkan Gaya Sitasi
Penempatan tanda titik adalah kesalahan mengutip yang paling umum. Aturannya berbeda antara MLA dan APA.
MLA (penulis halaman):
- Dalam baris: "teks kutipan" (Penulis Halaman).
- Tanda titik mengikuti sitasi dalam kurung.
- Kutipan blok: tanda titik diletakkan sebelum sitasi.
APA (penulis, tahun, halaman):
- Dalam baris: "teks kutipan" (Penulis, Tahun, hlm. Halaman).
- Aturan yang sama: tanda titik setelah sitasi untuk kutipan dalam baris.
- Kutipan blok: tanda titik sebelum sitasi.
Koma dan titik dua sebelum kutipan:
- Gunakan koma setelah frasa sinyal: Menurut Smith, "..."
- Gunakan titik dua ketika pengantarnya adalah kalimat lengkap: Smith menyampaikan poinnya secara langsung: "..."
Kapan Harus Mengutip vs. Kapan Harus Memparafrase
Kutip saat:
- Kata-kata aslinya khas, mudah diingat, atau tepat secara teknis
- Anda berencana untuk menganalisis bahasa spesifik tersebut
- Sumbernya adalah teks primer yang sedang Anda interpretasikan (novel, pidato, atau dokumen hukum)
Parafrase saat:
- Anda membutuhkan idenya tetapi bukan kata-kata persisnya
- Teks aslinya terlalu teknis atau padat bagi audiens Anda
- Anda ingin mempertahankan gaya bahasa Anda di seluruh paragraf
Sebagai panduan, parafrase harus menjadi bagian terbesar dari penggunaan sumber Anda. Kutipan langsung adalah tanda baca strategis dalam argumen Anda, bukan argumen itu sendiri.
Kesalahan Umum dalam Mengutip
Kutipan yang dijatuhkan (Dropped quotes): Memasukkan kutipan tanpa pengenalan atau tindak lanjut. Pembaca tidak tahu mengapa kutipan itu ada di sana.
Terlalu banyak mengutip: Merangkai beberapa kutipan secara berturut-turut. Esai Anda haruslah argumen Anda, didukung oleh bukti, bukan kumpulan kata-kata orang lain.
Tanda titik yang salah tempat: Meletakkan tanda titik di dalam tanda kutip sebelum sitasi dalam kurung. Baik dalam MLA maupun APA, tanda titik mengikuti sitasi untuk kutipan dalam baris.
Mengubah makna: Memotong kata-kata dari kutipan dengan cara yang mengubah niat asli penulis. Selalu gunakan elipsis untuk menandai penghilangan dan kurung siku untuk penyisipan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Gunakan kutipan blok ketika kutipan melebihi 4 baris prosa dalam MLA atau 40 kata dalam APA. Kutipan blok menjorok 0,5 inci dari margin kiri, tidak menggunakan tanda kutip, dan menempatkan sitasi setelah tanda titik penutup.
Dalam MLA, tanda titik diletakkan setelah sitasi dalam kurung, bukan di dalam tanda kutip. Contohnya: "dunia berubah" (Smith 17). Untuk kutipan blok, tanda titik diletakkan sebelum sitasi dalam kurung.
Tidak ada jumlah tetap, tetapi aturan praktis yang kuat adalah tidak lebih dari 10-15% dari esai Anda berupa kutipan langsung. Analisis dan argumen Anda sendiri harus menjadi bagian terbesar dari tulisan tersebut.
Ya, tetapi Anda harus menandai perubahan tersebut. Gunakan kurung siku untuk mengubah atau menambah kata demi kejelasan: "Mereka [para penjajah] melawan." Gunakan elipsis (...) untuk menghilangkan kata-kata, tetapi jangan pernah dengan cara yang mengubah makna aslinya.
Tulis esai Anda dengan EssayGenius
Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.