Cara Mengutip Shakespeare dalam Esai
Menguasai Kutipan Shakespeare
Quick answer
Untuk mengutip Shakespeare dalam esai, gunakan format MLA yang berfokus pada nomor babak, adegan, dan baris alih-alih nomor halaman. Integrasikan kutipan puisi pendek menggunakan garis miring untuk jeda baris, dan format kutipan yang lebih dari tiga baris sebagai kutipan blok terindentasi. Selalu tempatkan kutipan dalam kurung setelah tanda kutip penutup atau kutipan blok.
Langkah 1: Temukan nomor babak, adegan, dan baris
Identifikasi lokasi spesifik teks dalam drama. Edisi Shakespeare sangat bervariasi dalam penomoran halaman, sehingga para sarjana menggunakan sistem penomoran standar. Cari nomor babak, nomor adegan, dan nomor baris. Ini biasanya ditemukan di margin teks Anda. Misalnya, jika Anda mengutip solilokui terkenal dalam Hamlet, Anda akan mencatatnya dari Babak 3, Adegan 1, baris 56–89. Jika edisi Anda tidak menyediakan nomor baris, gunakan setidaknya nomor babak dan adegan.
Langkah 2: Format kutipan puisi dan prosa pendek
Integrasikan kutipan pendek langsung ke dalam paragraf Anda. Untuk prosa (gaya paragraf standar), perlakukan kutipan seperti kalimat normal. Untuk puisi (gaya puisi), gunakan garis miring ( / ) dengan spasi di kedua sisi untuk menunjukkan jeda baris. Jika ada jeda bait, gunakan garis miring ganda ( // ). Bungkus seluruh kutipan dalam tanda kutip ganda. Tempatkan kutipan dalam tanda kurung setelah kutipan tetapi sebelum titik akhir.
Langkah 3: Buat kutipan dalam teks
Tulis kutipan menggunakan angka Arab yang dipisahkan oleh titik. Jangan gunakan kata "babak" atau "adegan". Jika ini pertama kalinya Anda mengutip drama dan judulnya tidak ada dalam kalimat Anda, sertakan judul yang dimiringkan atau versi singkatnya. Untuk kutipan berikutnya dari drama yang sama, cukup berikan nomornya. Misalnya: (Macbeth 2.1.33-34) atau cukup (2.1.33-34). Format ini memungkinkan pembaca menemukan bagian tersebut di edisi drama mana pun.
Langkah 4: Format kutipan blok untuk bagian panjang
Terapkan format kutipan blok jika kutipan melebihi tiga baris puisi atau empat baris prosa. Mulai kutipan pada baris baru dan indentasi seluruh blok 0,5 inci dari margin kiri. Hilangkan tanda kutip. Dalam kutipan blok, titik akhir ditempatkan sebelum kutipan dalam kurung. Jika Anda mengutip dialog antara beberapa karakter, tulis nama karakter dalam huruf kapital semua diikuti titik, dan pertahankan indentasi untuk dialog.
Contoh: Kutipan Puisi Pendek
Ketika Macbeth merenungkan ambisinya, ia menggambarkannya sebagai kekuatan fisik: "I have no spur / To prick the sides of my intent, but only / Vaulting ambition" (1.7.25-27).
Contoh: Kutipan Blok untuk Dialog
Di babak terakhir, ketegangan antara protagonis mencapai puncaknya: MACBETH. Tell thee, Macduff was from his mother's womb Untimely ripp'd. MACDUFF. Then yield thee, coward, / And live to be the show and gaze o' the time. (5.8.15-20)
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menggunakan nomor halaman: Jangan pernah menggunakan nomor halaman untuk Shakespeare; selalu gunakan nomor babak, adegan, dan baris.
- Penggunaan garis miring yang salah: Hindari menggunakan garis miring terbalik (\) untuk jeda baris; selalu gunakan garis miring ( / ) dengan spasi.
- Angka Romawi: Hindari menggunakan angka Romawi (mis., III.i.10) kecuali diminta secara khusus oleh instruktur Anda; MLA 9 lebih memilih angka Arab (3.1.10).
- Penempatan tanda baca: Jangan menempatkan titik di dalam tanda kutip sebelum kutipan; titik mengikuti tanda kurung.
Buat sitasi secara otomatis
Sitasi MLA, APA, dan Chicago dari URL atau DOI apa pun.
Panduan terkait
Sitasi dan Referensi
Cara Mengutip Puisi dalam Esai
4 mnt
Sitasi dan Referensi
Cara Mengutip dalam Esai
5 menit baca
Sitasi dan Referensi
Cara Mengutip Sumber dalam Format MLA
6 mnt baca
Sitasi dan Referensi
Di mana letak titik dalam kutipan blok MLA?
2 menit baca
Sitasi dan Referensi
Cara Merangkai Kutipan dalam Esai
6 mnt