Lompat ke konten utama

Cara Menulis Esai dalam Orang Ketiga

Cara5 menit·Diperbarui Mei 2024

Menguasai Sudut Pandang Orang Ketiga

Menulis dalam orang ketiga adalah standar untuk esai akademik karena membangun nada objektif. Untuk menulis dalam orang ketiga, Anda harus menghapus semua kata ganti orang seperti saya, aku, dan milikku, menggantinya dengan kata ganti orang ketiga atau kata benda spesifik. Panduan ini membahas cara mengidentifikasi bahasa pribadi, merestrukturisasi kalimat demi objektivitas, dan mempertahankan suara akademik yang profesional di seluruh karya Anda.

Langkah 1: Hilangkan Kata Ganti Orang

Langkah pertama dalam menulis esai orang ketiga adalah menghapus semua referensi ke diri sendiri atau pembaca. Hindari kata ganti orang pertama (saya, aku, kami, kita) dan kata ganti orang kedua (kamu, Anda). Kata-kata ini menciptakan nada informal dan percakapan yang menunjukkan bahwa informasi tersebut hanyalah pendapat Anda, bukan fakta hasil penelitian. Alih-alih mengatakan Saya percaya data menunjukkan, cukup nyatakan Data menunjukkan. Pergeseran ini memaksa pembaca untuk fokus pada bukti daripada penulisnya.

Langkah 2: Gunakan Kata Benda Spesifik dan Kata Ganti Orang Ketiga

Saat Anda perlu merujuk pada seseorang, gunakan kata benda spesifik atau kata ganti orang ketiga (dia, ia, mereka). Dalam penulisan akademik, sering kali lebih efektif untuk merujuk orang berdasarkan peran mereka, seperti para peneliti, para tokoh, para peserta, atau penonton. Jika Anda membahas orang tertentu, gunakan nama belakang mereka. Ini menjaga fokus pada subjek analisis Anda dan mempertahankan jarak yang diperlukan untuk kritik formal.

Langkah 3: Restrukturisasi Kalimat demi Objektivitas

Banyak siswa kesulitan dengan orang ketiga karena mereka mencoba menerjemahkan pernyataan 'Saya pikir' secara langsung. Untuk memperbaikinya, ubah frasa klaim Anda untuk fokus pada objek kalimat. Alih-alih menulis Saya pikir kebijakan tersebut gagal karena..., tulislah Kebijakan tersebut gagal karena.... Dengan menghapus awalan 'Saya pikir' atau 'Menurut pendapat saya', pernyataan Anda menjadi klaim yang lebih kuat dan otoritatif. Struktur ini menyiratkan bahwa kesimpulan didasarkan pada bukti yang disajikan dalam esai, bukan sekadar perasaan pribadi.

Contoh: Mengubah Orang Pertama Menjadi Orang Ketiga

Example
Perhatikan bagaimana menghapus kehadiran penulis membuat kutipan berikut terdengar lebih profesional dan berbasis bukti:

**Orang Pertama (Salah):**
`Saya percaya bahwa Great Gatsby mewakili matinya Impian Amerika karena saya melihat bagaimana kekayaan Gatsby tidak bisa membeli kebahagiaan.`

**Orang Ketiga (Benar):**
`The Great Gatsby mewakili matinya Impian Amerika karena kekayaan Gatsby yang melimpah gagal menjamin kebahagiaan sejati atau penerimaan sosial.`

**Analisis:** Versi kedua menghapus frasa **Saya percaya** dan **saya melihat**, menjadikan pernyataan tersebut sebuah observasi analitis daripada pemikiran pribadi.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Hindari kesalahan umum berikut saat mencoba mempertahankan sudut pandang orang ketiga:

  1. Tergelincir ke orang kedua: Jangan gunakan kamu atau Anda untuk menyapa pembaca. Gunakan pembaca atau individu sebagai gantinya.
  2. Menggunakan 'seseorang' terlalu sering: Meskipun seseorang adalah orang ketiga, menggunakannya di setiap kalimat membuat tulisan terasa kaku.
  3. Penggunaan kalimat pasif yang berlebihan: Saat mencoba menghindari Saya, penulis sering mengandalkan kalimat pasif (misalnya, 'Tes telah diambil'). Gunakan kata kerja aktif orang ketiga sebagai gantinya (misalnya, 'Para siswa mengikuti tes').
  4. Merujuk pada 'esai ini': Hindari mengatakan Esai ini akan menunjukkan. Sebaliknya, nyatakan tesis secara langsung.

Tulis esai Anda dengan EssayGenius

Penyusunan draf bertenaga AI dengan sumber terverifikasi dan sitasi yang tepat.